|

Halo eyeSight
Newsletter edisi November 2009 hadir juga dalam versi online. Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih jauh dari cuplikan informasi dibawah ini, silahkan download edisi PDF nya disini. Untuk membacanya, pastikan komputer Anda sudah terinstalasi Adobe Reader.
Berbenah
Tidak terasa kita sudah berada dalam kuartal akhir tahun 2009. Newsletter eyeSight juga telah sampai pada edisi terakhir yang terbit pada tahun ini. Disadari atau tidak, momen-momen menjelang finish-line memunculkan pertanyaan, apakah kita sudah berhasil mencapai tujuan-tujuan kita.
(Baca selengkapnya)
Peduli Katarak
Act for World Sight Day
Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) mencanangkan Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day (WSD) pertama jatuh pada 8 Oktober 1998. Sejak itu, setiap tahun WSD diperingati di seluruh dunia setiap hari Kamis kedua pada bulan Oktober.
WSD merupakan gerakan kesadaran internasional yang berfokus pada kebutaan yang dapat dihindari (avoidable blindness) dan perbaikan penglihatan (vision impairment). Institusi di berbagai negara melakukan berbagai macam cara untuk memperingati WSD, seperti pameran, lomba fotografi, kampanye lewat poster, dan masih banyak lagi. JEC memutuskan berkiprah dengan menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak yang berlangsung di Rangkasbitung sebagai daerah CSR JEC. Daerah ini memang dikenal sebagai “kantung katarak”, yaitu daerah dengan jumlah penderita katarak yang tinggi. (Baca selengkapnya)
Transplantasi Kornea
Mata Anda merah? Teteskan obat mata, pasti langsung sembuh. Demikian yang dipercaya masyarakat umum, apalagi ditambah dengan munculnya iklan obat tetes mata di berbagai media cetak atau elektronik.
Jarang orang mengetahui bahwa obat tetes mata yang dijual secara bebas umumnya hanya berfungsi mengatasi masalah ringan, seperti merah akibat terlalu lama berada di ruangan ber-AC atau terkena debu. Padahal mata merah sering menjadi gejala awal adanya infeksi pada mata. Tanpa penanganan yang benar, infeksi mata yang serius bisa mengakibatkan kerusakan pada bagian kornea. (Baca selengkapnya)
Sentuhan Okuloplasti:
Rekonstruksi Celah Wajah
Celah wajah (facial cleft) merupakan suatu kondisi yang dihasilkan oleh tidak sempurnanya proses penyatuan saat pembentukan bagian wajah ketika janin masih dalam masa pembentukan, yaitu di masa usia kehamilan masih muda.
Menurut dr. Darmayanti SpM, meskipun tidak tertutup kemungkinan adanya kelainan genetik atau faktor keturunan, konsumsi obat semasa hamil tanpa pengawasan dokter bisa dikatakan sebagai penyebab utama di antara pasien-pasien yang telah beliau tangani. “Pasien celah wajah kebanyakan datang dari kalangan ekonomi lemah. Namun ada juga yang berasal dari kalangan atas. Berarti kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja,” tutur dr. Darmayanti. (Baca selengkapnya)
Bukan Sekedar Gaya
Cerdas Berlensa Kontak
Lensa kontak lebih sering dikenal masyarakat sebagai lensa kontak lunak (soft-lens).Teksturnya yang lembut membuatnya mudah diterima masyarakat.Keragaman warna dan motif yang tersedia di pasar membuat masyarakat yang sebenarnya tidak berkacamata pun ikut menggunakan soft-lens.Kini siapa saja bisa memiliki mata kebiruan, kehijauan, atau bermata bak makhluk luar angkasa.
(Baca selengkapnya)
A Journey to The Center of Your Heart
Ada banyak cara untuk berbuat dan menyebarkan kebaikan. Seperti yang ditempuh Jakarta Eye Center (JEC) lewat penggalangan dana bertema “Journey to The Center of Your Heart” sepanjang Ramadhan 1430 H lalu. Kegiatan ini diawali dengan ‘langkah kecil’ berupa menyisihkan Rp. 5000,- dari setiap biaya pendaftaran pasien rawat jalan setiap hari dalam kurun waktu 20 Agustus - 22 September 2009.
(Baca selengkapnya)
JEC Held JCI Talk
Jakarta Eye Center (JEC) menggelar diskusi tentang JCI (Joint Commission International) di Hotel The Sultan (29/10).Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Dr. Paul Chang Managing Director JCI Asia Pacific. Diskusi ini diikuti oleh komisaris, manajemen, dan seluruh pihak yang tergabung dalam tim pengembang JEC. Menutup acara, Direktur Utama JEC Prof. Dr. Istiantoro, SpM menyerahkan tanda mata berupa Borobudur mini terbuat dari perak kepada Dr. Chang.
JCI, sebuah divisi internasional dari Joint Commission Resources, berfokus pada keselamatan pasien dengan cara memprovisi jasa-jasa akreditasi dan sertifikasi, dan memberikan jasa edukasi dan penasehat. Sejak tahun 1994, lembaga independen ini telah bekerja sama dengan berbagai organisasi kesehat-an, kementerian kesehat-an, dan organisasi global di lebih dari 80 negara, termasuk dengan World Health Organization (WHO). (eyeSight)
Berbagi Ketupat Berhadiah
Hari Raya Idul Fitri 1431 H baru lewat beberapa hari ketika Jakarta Eye Center berbagi kegembiraan dengan menghidangkan seporsi besar ketupat hias. Siapa pun yang bertransaksi sejumlah 300 ribu rupiah pada hari itu berhak mengambil sebuah ketupat yang tersedia dalam keranjang anyaman. Isinya sarat dengan hadiah, mulai dari souvenirs khas JEC hingga voucher makan di restoran. (eyeSight)
Program D3 Keperawatan JEC
Tekad Jakarta Eye Center untuk mengembangkan keahlian tenaga medis Indonesia tidak hanya terbatas pada kalangan dokter.Kini para lulusan sekolah perawat kesehatan untuk melanjutkan ke jenjang D3 Keperawatan JEC yang berlokasi di JEC Jl. Cik Ditiro 46, Menteng, Jakarta. Keberadaan sekolah yang berafiliasi dengan STIKES Pertamedika ini melengkapi program pendidikan lainnya, yaitu Fellowship untuk para dokter yang berlangsung sejak 1998, Mini Fellowship (Fellowship jangka pendek), dan MLOP (Mid Level Ophthalmic Personnel) yang merupakan pelatihan perawat mahir mata. (eyeSight)
Catatan dari JEC 6th Saturday Seminar
Maraknya tren berobat ke luar negeri tidak lepas dari adanya persepsi masyarakat bahwa kompetensi dokter di Indonesia berada di bawah dokter-dokter negara tetangga. Jakarta Eye Center sebagai pemimpin di industri layanan kesehatan mata nasional, merasa berkewajiban mengubah persepsi ini dengan cara meningkatkan kompetensi dan daya saing dokter mata di seluruh Indonesia. Salah satu upaya JEC adalah dengan menghidupkan kembali tradisi Saturday Seminar, wadah bagi para dokter untuk berbagi ilmu dan pengalaman, mempertajam kemampuan dan mengetahui perkembangan teknologi terkini di bidang kesehatan mata.
Berlangsung di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, acara yang didukung oleh Cendo, PT. Global Jaya Medika, Abbott Medical Optics, Bausch & Lomb, Alcon Indonesia, ZEISS, Novartis dan Triastri Meditama dihadiri oleh 500 peserta dari seluruh Indonesia. Sejumlah ahli mata dari dalam dan luar negeri terjun untuk memberikan materi pengayaan, salah satunya adalah spesialis mata ternama dari Filipina, Joel Javier, MD. (eyeSight)
|